Dosen Program Studi Doktor Pendidikan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Assoc Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Pd menjadi narasumber pada Kegiatan Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara pada, Kamis, 21 Mei 2026.
Bimtek ini dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Desni Maharani Saragih, S.STP., M.Si. Dia mengatakan Bimtek ini dalam rangka Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi pada Satuan Pendidikan Tingkat Menengah dan Pendidikan Khusus serta Masyarakat dan dalam rangka mendorong Percepatan Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sumatera Utara. Hadir sekitar 50 an peserta dari seluruh Sumatera Utara terdiri dari guru, dosen, pustakawan, dan penggiat literasi.
Assoc. Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Pd mengatakan dalam naskah yang baik dapat diperoleh melalui 3 (tiga) cara. Pertama, harus orisinal yaitu diperoleh dari ide, gagasan atau temuan yang tidak banyak dimiliki orang. Pada fase ini dalam manejemen knowledge masih pada tacit knowledge. Artinya hanya dimiliki individu, tertanam dalam pikiran dan sulit ditranfer. Kedua, dinarasikan dalam bentuk cerita berdasarkan data-data empiris. Apalagi, naskah yang dilatih merupakan naskah berbasis budaya lokal. Agar mudah dipahami masyarakat maka harus disampaikan sesuai data-data empiris. Ketiga, melalui riset mendalam. Penulis yang baik tidak cepat puas dengan hasil yang diinginkan. Sebelum publikasi diharapan penulis melalui riset yang mendalam terhadap naskah yang dapat diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen.
“Untuk riset mendalam ini bisa melalui membaca buku-buku tentang kajian kearifan lokal. Di Sumatera Utara ada buku referensi yang bisa dibaca seperti buku Kearifan Lokal, Hakikat, Peran dan Metode Tradisi Lisan karya Robert Sibarani dan buku-buku lain,” katanya.
